Selasa, 01 Maret 2016

Bagaimana Cara Menganalisa Sebuah Cerita?

Membaca tuturan akan menjadi kegiatan koran para pengatur pasar. Walau memang bukan selalu diistimewakan untuk mencoba momentum belanja dan jual, membaca sebagai penting untuk memperluas wawasan dan mencari data pendukung analisis. Contohnya saat menganalisa grafik bagian dan medapati saham yang terlihat tak pernah keluar dari trend turunnya tempo berbulan-bulan. Terbersit rasa ingin tahu segala sesuatu yang sedang terjadi pada emiten sumbangan ini. Dulu bergegas member mencari terpelajar lewat perangkat online. Nah, saat member berburu nas seperti ini, ada 2 hal yang kiranya terjadi, yaitu kita meraih informasi yang benar ataupun kita kian mendapatkan kisah yang menyimpangan. Sangat selit-belit membedakan dua-duanya, karena rata-rata masing-masing sumber pun menyarankan punya data-data pendukung juga.

Konteks (Context)

Ini mengimbuhkan tentang nas tren media yang dibutuhkan. Kalau kadang mencari saham-saham yang berpotensi tumbuh, oleh karena itu seharusnya yang dicari diartikan sebagai informasi menyenggol kinerja jasa tersebut. Jangan melulu semuanya menunggu ada media yang menulis menggunakan judul "Emiten AAAA menginventarisasi kenaikan laba bersih Rp200 milyar, atau naik 100% dari tahun sebelumnya", tetapi ternyata setelah dicek penyisipan laba plus penjualan substansi, bukan dr kegiatan operasional perusahaan.

Pemikiran (Opinion)

Pendapat atau panduan sering diselipkan di antara informasi-informasi tersebut. Sepertinya emiten AAAA optimis tahun depan siap meraih pertumbuhan laba 30%. Nilai 30% ini berdasar prediksi si emiten, tetapi tidak mampu dijadikan pokok pengambilan kata putus. Bisa dianggap masih nilai iming-iming. Saat ada 3-4 media yang memuat pemberitahuan yang kira-kira sama, penyandang dana bisa terganggu untuk mengamini bahwa kadang tahun hadap optimis peraihan laba siap 30%. Berhati-hatilah dalam menyikapi ini. Apabila ada vokal yang mencantumkan soal pemikiran ini, sebagai pembaca aku harus mengamati apa dasar opini ityu. Kalau benar2 emiten AAAA optimis tahun depan mampu meraih perkembangan laba 30%, dasarnya apa-apa? Apakah bakal ada perbanyakan produksi tahun depan? Apakah ada hasil aset? Opini juga sering digunakan di saat menganalisa makro-ekonomi serta analisa teknikal dengan tingkat subjektivitas yang tinggi.

Cara Pandang (Perspektive)

Kabar-Terakhir-Olga-Syahputra-Berita-Kon

Nah, ini yang rada sulit. Kacamata atau cara pandang dimaknai sebagai cara seorang penulis menjelaskan tajuk fikirannya. Disini harus dinilai apakah unit objektivitasnya semakin tinggi / justru unit subjektivitasnya. Mulai banyak data yang diberikan & akurat, jadi semakin bagus penilaiannya. Gak hanya tersebut, semakin benar prediksinya, jadi semakin terpercaya analisanya. Selain itu, perspektif hanya menghasilkan bias selalu. Di sini dibutukan ketelitian.

barbie-hsu-pics-1280-x-1080.jpg

Sumber (Source)

Elok isu-isu per-ekonomian maupun ketatanegaraan, saya saja mencari nas pro serta kontra. Jangka The FED memutuskan utk melanjutkan QE (Quantitative Easing) pada tahun 2012 lalu, banyak gagasan yang cabang siur urusan dampak eksplisit dan negatifnya. Bagaimana pada sumber-sumber pemberitahuan yang terkenal? Ada 2 sumber berita yang bisa dipercaya itu, adalah: pertama surat keuangan, ke-2, grafik sumbangan. Selain dr itu, sumber berita sekaliber Bloomberg kendati masih sanggup 'berbohong'.

Dalam hal menelaah informasi, selalulah punya kepercayaan bahwa kalian bukan sedang mencari konfirmasi atau menyelidiki dukungan. Aku juga bukan sedang mencoba ada buatan banyak media yang menolong A & berapa yang menentang. Meski itu. Kisah terbaik tetap berada di data. Itu seperti menjemput pecahan puzzle, menyusunnya lumayan demi terbatas sehingga mampu ditebak apa-apa gambar yang muncul setelah. Semakin pasti data yang terkumpul, oleh karena itu semakin paparan informasi yang bisa diperoleh nantinya, beserta atau tanpa media meletakkannya sebagai nama buku besar.
referensi :
www.tren.co.id
https://id.wikipedia.org/wiki/Berita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar