Minggu, 09 Agustus 2015

Menikmati Sepak Bola, Menikmati Hidup

"Saya lahir dalam sepak bola, saya sangat menikmati hidup ini" begitu ujar Max Timisela, mantan tokoh persib bandung sekaligus tergabung di tim nasional Indonesia di tahun 1965. Laki2 berdarah Ambon berikut lahir di Cimahi 7 juni 1944. Pada jamannya, dikenal sebagai seorang striker yang handal serta lincah.

Dia tampil jadwal dan skor liga bola dalam tunggal generasi bersama legenda sepak bola Indonesia yang lain, yaitu Sutjipto Soentoro. Max sangat menjunjung Persib Bandung. Tatkala dirinya sudah bukan sanggup bermain sepak bola lagi, ia senantiasa mendedikasikan tenaganya untuk klub yang menambah dirinya itu. Bertepatan Encas Tonif, Adjat Sudradjat, dan Risnandar, yang kesemuanya adalah mantan bintang Persib, Max dipercaya untuk pemandu bakat untuk Persib. Selain sebagai pemandu bakat untuk Persib, pekerjaan Max adalah sebagai pengarsip dokumen bagi Persib. Ia membuat kliping bagi persib bandung. Mengumpulkan berita-berita secara menjadi dokumentasi petualangan klub sepakbola kebaikan hati masyarakat Bandung ini. Ia sangat mereguk pekerjaannya itu. Satu hal yang sanggup dikatakan sebagai hal paling menarik seputar karirnya sebagai tokoh bola adalah, saat Werder Bremen, union sepakbola asal Jerman, menyatakan tertarik buat membeli Max Timisela.



Hal itu tepat fenomenal, dia hendak jadi pemain Indonesia pertama yang main untuk Liga Eropa. Tapi kesempatan ini raib. Bung Karno melarang Max guna bergabung dengan konsorsium Eropa. Max diminta untuk tetap tampil di Indonesia, menjalin sepakbola tanah air. Max tidak kecewa mau hal itu. Beliau adalah tipe pemain dengan karakter yang jarang ditemui buat saat ini. Dia tampak tidak peduli secara gelimang uang ataupun sederet prestasi mengkilap. Susah dimengerti, namun begitulah legenda sepak bola kita yang satu ini. Max Timisela sangat menikmati hidupnya bersama sepak bola. Ini cukup baginya.

referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar