Rabu, 15 April 2015

Tuntutan dan Tugas Karier Konsultan HKI pada Nusantara

Justisiari P Kusuma, Ketua Sudah tidak asing lagi Asosiasi Konsultan HKI Indonesia, menegaskan buat menjadi konsultan HKI relatif mudah, mampu dari beragam disiplin ilmu. Tetapi setelah lulus dari kuliah, si calon pemandu harus terlebih lalu mengikuti pendidikan HKI yang diselenggarakan per Direktorat Jenderal (Ditjen) HKI bersama peraturan pendidikan tertentu. “Ada pendidikannya, kurang lebih tengah tiga bulan atau empat bulan, ” katanya.

Untuk siap diangkat jadi konsultan, seseorang harus menceritakan permohonan tertulis ke Ditjen HKI Kementerian Hukum dan HAM. Syarat yang kudu dilampirkan selain foto, kartu identitas, serta daftar riwayat tampak, adalah hasil tes bahasa Inggris & surat pernyataan tak sebagai PNS. Tentu saja, ada biaya secara harus dikeluarkan. Sang calon, harus tutup lulus pelatihan mentor HKI.

Secara garis besar, tutur Justisiari, penginstruksi HKI bertugas positif pemilik HKI guna mendapatkan perlindungan norma atas HKI nya. Mulai dari si pemandu mengidentifikasi apakah suatu hasil karya penyandang dana tersebut bisa dilindungi sebagai HKI atau tidak. Jika siap, masuk dalam keturunan yang mana, apakah paten, hak membuat, merek atau rancangan industri.

Tugas berikutnya adalah membantu pemilik HKI untuk mencatatkan di kantor Ditjen HKI. Setelah didaftarkan dan memperoleh suaka HKI, kemudian si konsultan membantu pengawas HKI untuk berbuat komersialisasi. “Seperti, mendrafting perjanjian lisensi, royalti, dan sebagainya, itu pun tugas konsultan HKI, ” ujarnya.



Namun,, ini semua tergantung dari si pencedok konsultan hki surabaya nya sendiri. Menurutnya, ada pencedok HKI yang memohon bantuan dari konsultan HKI hanya setengah dari rangkaian urusan konsultan. Tapi, terselip juga pemilik HKI yang memanfaatkan usaha konsultan hingga simpulan dari rangkaian tugasnya, yaitu ketika terjadinya pelanggaran HKI sama seseorang, si penginstruksi tersebut memberi tinjauan bagaimana upaya norma yang paling sehat terhadap perlindungan HKI tersebut. “Kalau bertepatan konsultan HKI tersebut juga seorang pengusul, biasanya nanti dia juga bisa menyantuni. Misalnya lapor waris, gugat ke pidana, seperti itu, ” katanya.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia tersebut menjelaskan banyak kepandaian yang didapat seseorang apabila menjadi penginstruksi HKI. Misalnya, saat ada penemuan trendi, dan konsultan itu bertugas memberikan perlindungannya, untuk didaftarkan, si konsultan dapat bersekolah banyak dari hasil tersebut. Karena di dalam saat didaftarkan & diisi formulirnya, atas situ konsultan bisa mengetahui penemuan mutakhir tersebut. “Misalnya, terselip investor datang menemukan teknik untuk memproduksi motor yang ekonomis bensinnya, kita oleh sebab itu belajar”.

Tapi, terselip pula masyarakat secara memandang sebelah pujaan terhadap profesi pemandu HKI, yakni seharga dipandang menjadi pedagang daftar saja. Sementara itu, jika dilihat dari mula mulai identifikasi sampai pendaftaran perlindungan HKI dan akhirnya mengawasi produk apabila tersedia pelanggaran, konsultan HKI terlibat semuanya.

Pada luar itu, pelik atau tidaknya pengawetan HKI lebih terserah pada terjamin atau tidaknya perlindungan pedoman di Indonesia. Kepada dasar itu lagi yang membuat penyandang dana tertarik untuk hidup. Karena jika tutup terjamin perlindungan norma HKI tersebut, & disertai konsultan Hki yang handal, jadi para investor mau tenang berinvestasi di Indonesia. “Ke menempel itu, pembangunan itu tidak semata-mata bersumber dari modal secara bersifat fisik, namun demikian modal intelektual saja, ” tegasnya.

referensi:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar