Senin, 19 Januari 2015

Rumus Lelaki Perkasa Bertenaga Kuda

Jantan berani dalam permainan persetubuhan, menjadi impian banyak lelaki sejak jaman dulu. Hal tersebut dapat dibuktikan beserta banyaknya tinggalan atau warisan tradisional bumbu rampai herbal untuk ‘obat kuat’ lelaki pada berbagai daerah pada Indonesia.
Suatu zaman, ketika melakukan prosesi ke wilayah Bosowa (Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo) dalam Provinsi Sulawesi Daksina, saya ikut tersangkut dalam perbincangan sekitar orang mengenai adanya ‘Kayu Sanrego’ yang disebut-sebut apabila lelaki menggigit-gigit potongan kuntet dari kayu itu, dapat menimbulkan kekuatan seks seperti konsistensi ‘Kuda Sanrego’ dengan pernah hidup dalam wilayah tersebut di dalam masa lampau. Aswa yang kini masih tetap ada dalam cerita rakyat pada Bosowa, konon sanggup secara non-stop merusak hingga 8 upaya kuda betina di seharinya.

Akan tetapi yang mana dapat diperoleh serta bagaimana sesungguhnya wujud 'Obat impoten tradisional' tersebut, atas banyak orang yang saya tanyai hingga ke pelosok Bosowa, belum terselip yang memberikan penjelasan atau penjelasan pasti. Ada yang melabeli pohonnya besar berkembang liar di alas alam dan masa ini sudah langka buat ditemui. Namun sekitar orang menyebut, tumbuhan ‘Kayu Sanrego’ tersebut banyak tumbuh dalam sekeliling lingkungan pemukiman di wilayah Bosowa. Rahasia ni yee…..

Seorang kakek dalam Kota Sengkang, ibukota Kabupaten Wajo sudah menunjuk pohon Sekar Terompet yang interior bahasa Bugis dikenal sebagai sebagai Pohon Tampong-tampong, sebagai salah satu ‘obat kuat’ lelaki secara dikenal sejak lepas di wilayah Bosowa. Akar pohon tampong-tampong tersebut seperti pangkal Gingseng bercabang menusuk lurus hingga kian satu meter di dalam tanah.

Pangkal pohon ini, katanya, yang dikeringkan dan lalu diiris-iris kecil lebih kecil dari standar batang (kayu) Pemantik api. Apabila lelaki menggigit-gigit irisan akar tiang yang telah dikeringkan ityu - beberapa ketika sebelum berhubungan seks, jadi ‘permainan’ yang dilakukan tidak akan mencapai klimaks orgasme sekalipun sudah berlangsung berjam-jam, tanpa ia meneguk tirta putih.

Selain kausa, biji dari risiko pohon tampong-tampong (Bunga Terompet) yang berduri lembut disebut berperan untuk campuran sekitar obat penambah ingatan lelaki maupun perempuan, sayangnya tanpa memanggil bagaimana cara pemanfaatannya.

Sedangkan bunga Tampong-tampong (dua macam) - ada yang miliki warna putih dan terdapat yang berwarna ungu. Bunga Terompet bercorak putih, katanya, beberapa orang di wilayah Bosowa dahulu yang terantuk penyakit sesak nafas (sejenis asma) menjelmakan sebagai obat penyembuh. Caranya, bunga ini diiris-iris lalu dijemur hingga kering, lalu dicampur tembakau dijadikan rokok lintingan kemudian diisap-isap secara stereotip.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar