Sabtu, 02 September 2017

Trik Membangun Rumah Minimalis

Tingginya kebutuhan tanah membuat ukuran kapling yang diperuntukkan bagi hunian bertambah lama semakin mengecil. Pangkat tanah yang melonjak bukan terkendali pun membuat daya beli tanah untuk rumah semakin surut.

Apabila 5-10 tahun yang lalu masih sering kita jumpai kapling tanah dengan luas di atas 200m2, maka waktu ini kebanyakan yang dijual bagi rumah tinggal berukuran kurang daripada itu, bahkan kurang daripada 100m2. Bukan hanya makin kecil, tingginya martabat tanah di tepi pikiran menyebabkan pesek muka menjelang tanah yang akan jadi fasad (bagian muka bangunan) juga merisaukan. Kalau dahulu lebar transendental suatu bait tinggal berpendar 9-10m, waktu ini semakin banyak didapatkan kavling dengan lebar sama sekali 6m, lebih dari itu 5m. Nah bagaimanakah cara menyiasati kenyataan tersebut? Bagaimanakah cara kalian mendesain satu buah rumah tinggal yang masih bisa dianggap ideal di dalam sebuah ladang yang relatif sempit?

Ada beberapa orientasi yang harus diperhatikan apabila ingin merancang di ladang sempit, yaitu:



Pencahayaan & ventilasi wajar. Walaupun padang terbatas, rukun yang paling penting dari suatu graha tinggal yang sehat harus diperhatikan. Ialah setiap ruang tidur serta kamar membasuh harus memperoleh akses tepat terhadap nur dan tingkap alami. Untuk itu sisakan sebagian mungil di tepas belakang petak sebagai tempat terbuka. Penerapan taman pada yang menyimpan bukaan menusuk hingga ke geladak atas serta atap pondok berupa void juga dapat memberikan cahaya dan udara alami hisab ruang tilam atau ruang mandi yang berada di tengah-tengah pondok. Untuk sisi keamanan mampu dengan mengetuk bagian buat void tersebut dengan teralis.



Membuat bagan atau penataan ruang yang kontinyu, dalam memberikan aksen luas. Contohnya, antara ruang tamu dan ruang titisan serta celah makan tidak perlu diberi sekat dengan tembok kekal. Bila mewujudkan privasi, dapat menggunakan furniture / sketsel sebagai penyekat.

Membuat lapangan multi manfaat. Misalnya lapangan tamu sekali lalu sebagai celah keluarga, membonceng ruang di bawah tangga sebagai ruang mandi ataupun gudang, limit antara di balik dan lapangan keluarga jadi pantry yang berfungsi serupa ruang membaham. Memanfaatkan ruang di kaki gunung atap serupa kamar tidur alias ruang tingkah laku, dll.

Membuat zoning fungsi pada kediaman secara tegak. Biasanya manfaat ruang di sebuah bait tinggal yang dibangun pada lahan kecil (tanah di bawah 100m2) adalah serupa berikut.

Lantai dasar: Carport, ruang tamu yang sekali lalu berfungsi sebagai ruang keluarga, dapur dengan pantry, ruang mandi atau gudang pada bawah tangga.

Lantai atas: Ruang duduk/ruang TV, kamar tidur yang utama, ruang tidur anak, lubang mandi.

Beberapa lantai atas bisa ditutup dengan dak beton yang bisa sekalian https://www.jogjarumahminimalis.com/ mewadahi kegunaan ruang hamba, kamar membasuh pembantu, tempat cuci & tempat jemur.

Membuat tingkap atau bukaan selebar kiranya pada haluan yang tidak tersangkut panas / radiasi matahari (arah utara dan selatan). Bukaan yang lebar bakal memberikan aksen luas dalam suatu ruangan.

Mempergunakan tekun kering. Sesedikit apapun, taman tetap diperlukan untuk menyampaikan kesan tenteram sekaligus berfungsi untuk mengarahkan cahaya serta udara wajar. Taman lelap atau bahkan taman vertikal yang menempel dinding siap menjadi pemecahan karena bukan memerlukan banyak tempat.

Seleksi cat beserta warna nyata, tetapi tetap lembut & tidak menyolok, seperti warna putih, krem, / peach. Warna yang zakiah akan menurunkan kesan kian luas.

Pilihlah perabot yang tepat. Produk dengan style yang mudah dan minimalis, akan menghasilkan ruangan berkesan lebih puas.

Terakhir, gunakan cermin dalam ruang titisan atau kamar tamu. Pemanfaatan cermin diartikan sebagai salah satu cara paling efektif untuk menyampaikan kesan luas pada uni ruangan.

referensi:
https://www.jogjarumahminimalis.com/
https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar