Selasa, 12 April 2016

Cara Gampang Menulis Cerita Rakyat

Cerita rakyat sepertinya hari ini ini sudah biasa mulai dilupakan pembaca. Kiranya karena cerita rakyat bukan banyak ditulis kembali ataupun dikembangkan sambil para penulisnya, sehingga daripada tahun di tahun tambah lagi hanya cerita rakyat yang tenar saja yang terus dibincangkan. Padahal, bahwa mau, sangat banyak cerita rakyat Indonesia yang belum tergali dan belum ditulis.

Saya pernah nulis Cerita rakyat Indonesia yang sebuah penerbit, kurang lebih 20 Judul. Secara segmen pembaca anak-anak umur Sekolah Rendah. Untuk merupakan 20 Pokok pikiran, saya seleksi dari kurang lebih 250-an judul buku yang beredar di pasaran. Kenapa musti nyari referensi sejumlah itu? Semata-mata karena abdi ingin menciptakan tulisan utama yang sesuai dengan pembaca. Sebagai tumpuan, ada 10 hal yang saya lakukan agar wujud saya terima di Kumpulan Cerita Rakyat.

1) Tentukan Daerah Sumber Cerita Rakyat

Hal prima yang saya lakukan didefinisikan sebagai menyeleksi daerah-daerah yang bakal dijadikan setting dalam nasihat rakyat yang akan saya tulis, tepatnya tulis ulang. Kenapa harus menyeleksi lingkungan?

2) Pilih Salah Satu Cerita yang Unik

Memilih cerita dalam daerah unik tidak mudah karena meski pun pun tunggal daerah bisa jadi ada kecek yang sama menggunakan daerah yang lain. Bagaimana cara memilihnya?

3) Buat Detil Penggambaran Tokoh, Setting, & Alur

Tingkat berikutnya mencoba mematangkan merosot tokoh yang ada di dalam cerita rakyat yang bakal kita tulis ulang. Menyembam kembali setting yang bakal digunakan dalam menulis kaul rakyat. Membesarkan kembali tali air versi saya yang bakal kita gunakan dalam kaul kita. Berikut sangat diperlukan supaya pikiran cerita tdk tercerai-berai.

4) Tentukan Opening dan Ending

Sesuatu yang sangat berarti ketika bakal menulis ceritaapa pun, tergolong cerita rakyat adalah menambus terlebih dahulu opening & ending yang akan aku buat. Kenapa sangat krusial? Karena, opening akan menentukan mengalir tidaknya sebuah cerita. Opening dengan menentukan, seberapa penting nasihat kita mesti dibaca, dan akan menetakkan opini mula pembaca.

5) Buat Rangkuman Lengkap

Setelah semua dasar dalam menurun cerita telah terpenuhi, saatnya menulis abstrak cerita rakyat yang akan kita tulis. Sebisa mungkin sinopsisnya runut, seperti member kalau padahal melakukan 1 buah perjalanan.

6) Buat Kalimat kalimat Pembuka yang Menarik

Kalimat pembuka luar biasa dengan opening. Jika opening menggambarkan kaul secara penuh, kalimat pembuka benar-benar mengawali cerita, menyerupai kita memprakarsai pintu bagi memasuki ruangan baru.

7) Tulis Terlintas Tuntas

Apabila tahapan 1-7 telah terlewati dengan elok, tulis kaul rakyat tipe kita terlintas tuntas. Tegak, hingga tuntas sesuai menggunakan alur yang sudah kita bagi. Jangan sekali-sekali melihat di samping kiri atau pinggir kanan sama sekali karena terlintas sebuah pertimbangan baru.

6272189270277809662.jpg

8) Diamkan Tempo Beberapa Hari

Setelah jadi, biarkan cerita kita turun main sejenak pada lapi saya. Ini yang dinamakan tanda pemeraman. Tamsil sebuah telur, biarkan isinya berkembang otonom untuk siap menetas.

9) Edit

Nah, setelah mungkin satu minggu, buka merosot cerita rakyat yang telah kalian tulis. Mengaji pelan-pelan datang tuntas. Kita tandai kata2x atau alinea yang luka pas. Saya tandai persepakatan tokohnya yang kurang sesuai. Setelah takuk membaca serta menandai, ini lah saatnya peperangan berikutnya, mengurus cerita rakyat yang telah kalian tulis.

10). Kirim

Apa pun lagi yang ditunggu setelah naskah tertata? Dikirim pastinya. Jika cerita rakyat aku untuk perlombaan, pastikan mengaji aturan mainnya. Ikuti aturan mainnya baik-baik supaya tidak ada yang terlewat.


referensi:
http://www.ceritaanak.org/index.php/menu-cerita-rakyat
https://id.wikipedia.org/wiki/Folklor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar