Jumat, 20 Februari 2015

Wirausaha Rumahan, Ide Manis Pengantin Baru

Adipati dan ratu semalam, tepat disandang serasi pengantin yang calak di pelaminan. Segenap hajatan diurusi getah perca kerabat, Sang penggantin tinggal duduk manis. Calon pengantin lanang dilarang banyak merembes rumah, demikian halnya mempelai perempuan. Mitosnya bakal kualat, olehkarena itu melanggar pingitan adalah pamali. Kepercayaan itu, masih melekat diseluruh tradisi nusantara. Tepat, saya mengabaikan seluruh ini, 10 tahun yang lalu.



Sungguh setelah malam pada istana pelaminan ini? malam berikutnya sodorkan ditebak. Seminggu kemudian, pusing! Muasak hanya menunggu malam langsung!? Diskusi merancang masa depan sudah butuh direalisasikan. Dimasa berpacaran juga direncanakan, akan tetapi menjadi sangat sibuk setelah menikah. Sebagaimana saya misalnya, yang serupa sekali bermodal palak melamar pujaan hati. Semata dari kami, tidak bekerja ketika itu.

Iklan Mini di kepada kopiah Bapak Mertua

Jikalau saat perawan bisnis ibu rumah tangga yang menjanjikan hanya wahid kepala yang bingung, maka saat menikah maka dua tua-tua akan mencari solusi. Toh, semua orang2 telah ditentukan rezekinya. Kita hanya diminta berusaha. Membanting tulang, memeras keringat dan lumayan bermuka tebal.

Ide bodoh, yang seharga berlandas pada tasdik seperti inilah dengan saya jadikan lingkungan untuk membina sanak. Terbukti! Pikiran terbelakang itu, menuai kerja keras dan tajam, untuk bisa mengepulkan asap dapur lalu kini.

Tetapi berikut bukan tentang abdi, ini tentang serasi suami istri yang barusan saja kemarin saya hadiri aqikah anak pertamanya, pada Makassar. Visinya mengatur rumah tangga, patut aku acungi jempol. Jempol yang kukunya sudah biasa dibersihkan. Setelah meronce saya hadiri perkawinannya yang meriah setahun lebih yang lalu, kini telah makbul manis dengan balita mungil nan tertib. Saya melihatnya dalam nina bobokan, disamping jejeran perangkat komputer saku warnetnya, yang memungut bagian dari ruang tamunya.

referensi:
http://ereh-news.blogspot.com/2015/01/bisnis-rumahan-makanan-ringan-yang.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar