Harga beras dalam negeri hingga waktu ini terus merangkak memanjat, kenaikan harga beras terjadi hampir disetiap daerah di Nusantara seperti harga beras pada Pasar Kenyataan Cipinang yang papar rata naik Rp 2. 200 /Kg nya. Harga beras biasa saat ini harganya sudah menyentuh Rp 10. 200 /Kg sedangkan beras species premium Rp. 12. 000/Kg nya, kejayaan antara 20% - 30% per kilogramnya.
Prakoso Wibowo selaku Ketua Harian Koalisi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mengatakan, kenaikan harga beras kesempatan ini disebabkan karena spirit besar Presiden Joko Widodo yang lagi-lagi tidak diimbangi beserta kemampuan.
Sebelumnya Kepala Jokowi ingin menerapkan Program Kartu Nusantara Sejahtera dengan sepak-terjang menggantikan Raskin secara uang elektronik / E-money.

Seperti dengan dilansir http://www.harianlampung.co.id “Akibatnya nafsu raksasa kemampuan engga ada dari menteri tersekat Jokowi untuk menyilih manajemen pembagian raskin, akhirnya masyarakat dengan berpenghasilan rendah bukan dalan kategori rendah dan masyarakat menengah seperti buruh, sopir angkot, tukang ojek, nelayan menderita konsekuensi kenaikan harga Melukut, ”
Menurut Prakoso, naiknya harga melukut terjadi karena kenaikan harga gabah daripada sawah maupun mulai penggilingan. Hal terkait kemudian berimbas pada lonjakan harga beras di tingkat eceran. Akibat kenaikan martabat gabah memaksa perusahaan beras membeli gabah dengan harga kian mahal. Secara pedoman ekonomi, pengeluaran kos yang lebih gede akan membuat pangkat jual yang dibebankan kepada konsumen menjadi lebih tinggi.
“Ketidakmampuan Pemerintahan Jokowi mengurus buffer stock beras akibat para menteri yang menangani buffer stock beras kurang kompeten juga menerbitkan harga beras menjulang naik tetapi pula tidak memberikan perbanyakan kesejahteraan bagi petambak, ” katanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar