Senin, 16 Februari 2015

Kenyataan Tren Batu Akik

Banyak orang yang menghubung-hubungkan antara kondisi terkini dengan hal dengan sedang populer dalam masyarakat pada peluang tersebut. Mungkin aku masih ingat begitu sedang tren bonsai buatan yang disusun dari akar pohon yang dibalik, tersedia yang menghubung-hubungkan dengan runtuhnya sebuah kewibawaan yang pada raka itu bertepatan dgn orde reformasi. / mungkin anda pun masih ingat tatkala hampir semua orang-orang memelihara burung.



Waktu ini, yang sedang menjadi tren di Metropolitan Tasikmalaya, bahkan dalam Indonesia adalah kerakal akik. sama laksana tren sebelumnya, trend saat ini pun adayang menghubung-hubungkan dengan tabiat, perilaku manusia pada masa kini.

Terlepas daripada fenomena alam ibatu-akik.blogspot.com yang dihubungkan secara tren yang terjadi (kayta orang Sunda: siloka), berbagai padang yang menjadi seksi dari tren sekarang tetap mempunyai sendi dan pandangan masing-masing.

Ada yang mengendarai batu akik/batu alam hanya sebagai semarak, estetika atau seri. Mereka memasang Berangkal akik hanya untuk aksesoris semata. Tanpa berfikir sedikitpun akan halnya hal lainnya.

Siap juga sebagian orang yang memiliki sangkaan lebih terhadap berangkal akik/batu alam yang mereka miliki. Meronce meyakini batu akik sebagai jimat yang memiliki kekuatan seman, keberuntungan, tolak bala, penyembuh dan lain-lain. Hal tersebut wajar tidak terlepas mulai histori yang tercipta dengan batu akik yang mereka miliki dan keyakinannya masing-masing. Salah satu batu akik yang mereka yakini adalah merah delima yang katanya punya berbagai khasiat.

Berjenis-jenis bentuk dan muka batu akik bisa kita temui di banyak tempat. Bagi yang mempercayainya, karang akik memiliki keserasian dengan pemiliknya. Siap juga yang memiliki keyakinan bahwa hari lahir tertentu hanya cocok jika menggunakan batu akik rona dan jenis unik.

Pengaruh dari tren dari batu akik ini menjadikan pajak batu akik sanggup mencapai puluhan juta. Hal ini juga membuka peluang bisnis baru bagi orang2 yang memiliki kreatifitas dalam memanfaatkan tren untuk menjadikannya sebagai pundi-pundi rupiah. Pada berbagai tempat ada pengrajin dan penjual batu akik serta batu mulia. Mereka seolah olah ingin menerima keuntungan dari trend batu akik secara saat ini sangat sangat populernya.

Dengan bermodal mesin asahan dan ilmu seadanya, banyak diantara kita bisa mendapatkan gaji dari tren batu akik ini. Materi-materi batu-batu mulia secara masih berbentuk tinju dapat dibeli dengan kisaran harga Rp 10. 000 - Rp. 50. 000, - per kilonya. untuk jenis waris, sulaiman ataupun kalimaya. Kemudian dijual secara kisaran harga dengan variatif sampai bisa mencapai ratusan seperseribu.

referensi:
http://ibatu-akik.blogspot.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Batu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar