Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di kota Mataram tidak semeriah laksana biasanya. Berita Mataram mengabarkan, khusus tahun ini semua rancangan yang berpotensi menyiapkan kerumunan akan dilarang termasuk pawai publikasi Maulid. Pandemi yang masih terjadi dan mudahnya virus corona atau covid-19 berikut menular memaksa supremasi kota Mataram menimbulkan kebijakan untuk menguasai semua aktivitas yang membuat keramaian sehingga menjadi tempat berkumpulnya banyak orang. Kebijakan itu bukan disebabkan supremasi kota tidak mendukung perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, akan tetapi untuk saat seperti ini akan terlalu besar resiko yang dihadapi. wartamataram sesuatu yang bijak jika supremasi membiarkan kerumunan tetapi masyarakat terancam pada adanya covid-19 ini.
Walikota Mataram tutup mengeluarkan surat edaran tentang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berikut dan surat edaran itu sudah disosialisasikan ke seluruh lapisan rumpun oleh jajarannya. Walikota Mataram berharap semata warga bisa mengikuti arahan yang tertuang dalam surat edaran itu, pemerintah kota ingin masyarakat membantu permerintahan sebuah negara dalam memerangi covid-19 ini dengan fasilitas memutus rantai penyebarannya. Langkah yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk membantu permerintahan sebuah negara ini adalah menggunakan cara salah satunya meninggalkan kerumunan. Dalam sirkuler yang dikeluarkan sebab pemerintah kota Mataram menyebutkan agar seluruh aktivitas perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dipusatkan di dalam masjid daerah masing-masing secara melakukan segala sesuatu yang positif namun, tetap mematuhi protokol kesehatan.
Berita Mataram mengabarkan, masyarakat sudah tahu tentang surat siaran tersebut dan suku menyambut baik apa-apa yang tertuang di surat tersebut. Warga sadar bahwa bersepakat akan berpotensi menciptakan ledakan penularan virus corona atau covid-19 ini. Masyarakat Indonesia khususnya warga Mataram sudah sangat terkapah-kapah dengan kondisi pandemi saat ini dan ingin segera berakhir dengan demikian masyarakat sangat rencana untuk mengikuti semata anjuran pemerintah demi bisa segera melalui masa sulit pandemi seperti saat ini.
Umumnya tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dilakukan sangat hidup di kota Mataram. Warga akan berbuat perayaan ini pada masjid dan dikerjakan pawai yang semua meriah dengan menyemaikan tokoh masyarakat, wajah agama maupun orang2 yang dirasa cukup kompeten untuk mengisi sebuah acara Maulid. Yang membuat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mataram sangat berbeda beserta daerah lain ialah perayaan ini dijalani satu bulan maksimum dan bergantian setiap daerah.
Cara mereka merayakan pun tidak sama setiap daerahnya tetapi memiliki tujuan yang serupa. Hal ini tentunya akan membuat kehidupan beragama semakin menyenangkan dan bisa mengobarkan rasa cinta umat Islam pada Baginda Rasulullah saw SAW. Namun karena pandemi ini umat muslim harus mampu menahan diri dalam tidak melakukan pertunjukan yang bisa berpotensi menularkan virus covid-19. Demikian berita Mataram hari ini yang bisa dikabarkan.
Sumber :
https://www.wartamataram.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar