Walau demikian, Lazio dari klasemen liga italy tambah menyita perhatian setelah berapa hari dan kemudian mampu mempecundangi AC Milan dalam 2 kali pertemuan. Lazio juga masih terekam sebagai klub ke-2 bersama Napoli yang mencetak gol paling banyak setelah Juventus dengan memuncaki klasemen. Penampakan Lazio di musiim ini, Jauh bertambah baik di banding musim lalu yang hanya bisa ujung di peringkat ke-9.
Terlepas dari perolehan separuh musim berikut juga hasil selagi lalu, dann musim-musim sebelumnya yabng muncul tenggelam. Lazio sedang punya cerita & sejarah indah secara membanggakan dan selalu menjadi perbincangan kalau pecinta sepakbola.
Konsorsium yang berjuluk BiancoCeleste ini didirikan di dalam 9 januari 1900 dan merupakan union sepakbola pertama pada ibukota Italia, Remang. Sepak terjang Lazio di kompetisi sepakbola italia terbilang cukup elok, meskipun masih kalah banyak soal rengkuhan gelar juara permufakatan italia dari Adiknya sendiri, AS Roma yang telah mengoleksi 3 gelar juara. Ataupun tak sampai suku koleksi gelar yang dimiliki oleh penguasa Liga Italia Juventus, Ac Milan, serta Intermilan.
Lazio tersimpan hanya baru mencicipi 2 gelar sarjana Liga Italia, yaitu di musim 1973-1974 dan 1999-2000. Akan tetapi bukan tentang banyaknya koleksi gelar secara berhasil di pegang oleh Lazio, yang membuat isi memori kepala para pecinta sepakbola masih terus mengenang seberapa bilangan nama Lazio pada akhir tahun 90-an hingga memasuki awal tahun 2000-an silam. Memisahkan kala itu, Lazio muncul sebagai satu diantara kekuatan baru secara menenggelamkan keperkasaan Juventus dan Ac Milan, Tepatnya di musim 1999-2000.
Adalah Sergio Craggnotti yang memangku sebagi presiden konsorsium sejak 1992, yang sudah mengubah Lazio sederajat klub dengan skuad yang berisikan nama-nama mentereng. Di sementara 1995-1996, Lazio sukses menempati posisi Runner up Serie A dengan di perkuat pemain-pemain seperti Giuseppe Signori dan Roberto Mancini. Di selama berikutnya, skuad Lazio semakin mentereng secara berisikan pemain-pemain laksana Sinisa Mihajlovic, Alessandro Nesta, Pavel Nedved, Fernando Couto dan Nestor Sensini. Dalam medio itulah Lazio berhasil menjuarai Coppa Italia 1997-1998, Tegap italia 1998, dan pemegang abadi Trofi Winners UEFA 1998 ( akhir peralatan sebelum dihapuskan sebab UEFA ).
referensi:
http://tvlaki.com/klasemen-liga-italia/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sepak_bola
Tidak ada komentar:
Posting Komentar