Aku juga dulu penderita mata minus. Pake kacamata sudah sejak kelas 4 SD. Dan minusnya naik terus, cukup stabil di angka 6 - tujuh. Jadinya kacamata pakcik sudha menjadi unit hidup yang tidak terpisahkan. Tadinya sama sekali bukan menganggap sebagai suatu masalah. Paling kalau sudah mulai pulih pusing, kacamata tinggal diganti. Diperiksa pada optik (males di dokter mata), terus nanti diganti sesuia dengan perubahan minus ataupun silindrisnya.
Sehabis itu, rasa sakit kepala biasanya hilang beserta sendirinya. Tetapi tetap, yang namanya tesmak, syaraf kornea emas tempawan ‘dipaksa’ untuk tegang. Mata cenderung luruh. Dan kacamata dengan sudah sesuai dgn sudut jatuh ajaran, bisa berubah olehkarena itu bisa jadi gagangnya kepencet, atau kitanya terlalu aktif lari/bergerak sambil pake kacamata.
Dulu untuk menyabot ketegangan mata mereka, biasanya saya terus-menerus memercikkan air sirap ke mata. Berasa mata kembali hangat dan relaks. Selain itu, kacamata dibuka, sambil memandang rumpang ke yang remaja hijau. Dan siap olahraga matanya pun, untuk menyeimbangkan syaraf pandangan mata di depan, samping kiri dan kanan.
Sampe setahun lalu, takut pusing karena kacamata oakley KW ini gak rela hilang. Setelah ganti kacamata dua kali uniform pusing. Akhirnya di dokter mata pada RS Mata dalam Kramat Jati. Analisa dokter matanya bikin aku kaget separuh mati. Beliau bilang, kalau pemakai tesmak tebal itu terlalu lama, syaraf matanya akan terus menegang. Mataku pas diperiksa ternyata juga lelap banget. Ketegangan saraf itu akan menipiskan jaringannya. Hingga bahwa kita terkena renyut, syaraf itu kali putus. Dan oleh karena itu buta.

Parahnya sedang, dokter tersbeut sejumlah, kalau mau punya bayi, gak siap ngeden pas lahirannya. Karena kalo ngeden, syaraf mata itu juga bisa tamat, alias buta!
Cocok pulang dari dokter mata itu, awak jadi kepikiran sungguh soal kesehatan kesayangan gini. Akhirnya diputuskan untuk lasik sekadar. Dan alhamdulillah, upah dicover kantor. Tadinya takut banget mo operasi gini. Tapi suami selalu menyandung untuk lasik sekadar, ya sudah, walhasil aku beraniin bangun untuk operasi.
Selesai dites tekanan kornea, dan kelembaban kesayangan, ada treatmen dulu untuk mengembalikan tolakan dan kelembaban mata tersebut. Kemudian, pacar juga tidak dalam keadaan memakai contact lens (minimal sepanjang 3 bulan). Akur untungnya aku mamak gak bisa pake contact lens, olehkarena itu terasa pedih sungguh di mata kalo pake.
Ketika hari H lasik, mata ditetesi obat anestesi lokal. Ini nyeri banget. Setelah itu operasi gak sampe 15 menit & alhamdulillah, gak linu sama seklai. Bettor juga bisa mengetahui proses operasinya, sebab cuma bius lokal saja. Setelah rampung operasi, ada obat tetes untuk melembabkan mata, dan pantas pakai kacamata hitam dulu selama sebulan penuh, untuk menyelesaikan mata dari gelaran cahaya, angin serta debu. Setelah tersebut, mataku dites, dan alhamdulillah, ternyata dah normal.
Ya, sekarang tinggal merawat kasih ilahi ini sebaik baiknya. Kudu rajin minum jus wortel, tetap memercik mercikkan air dingin di mata untuk merelakskan mata, dan pun liat yang senggang jauh dan secara hijau, buat menyeimbangkan syaraf jauhnya.
referensi:
http://jualkacamataonline.com/kacamata/kacamata-oakley/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kacamata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar