Lalu pengembala ini menempatkan domba imut itu di atas sebuah atap pondok yang terbuat dari jerami padi, domba imut itu berteriak membuat ibunya namun olehkarena itu jarak dari kapa-kapa gubuk ke lapangan rumput sangat jauh suara domba kecil itu tidak terdengar oleh ibunya. Namun teriakannya itu terdengar oleh seekor anjing gunung yang lumayan mencari mangsa, anjing itu segera menyidik arah suara seruan itu berasal sementara memperhatikan keadaan asu gunung itu mengamati seekor domba kuntet yang berdiri dalam atas atap gubuk.
cerita rakyat fabel Anjing gunung tersebut segera meloncat-loncat buat menggapai atap pondok itu namun dia tidak berhasil, anjing gunung itu terus berusaha sekuat barangkali mencoba dan terus mecoba meskipun kubra. Akhirnya anjing gunung itu lelah serta menyerah dia seharga bisa menatap & terus menggonggong ke arah domba kecil itu berharap kambing kecil itu tergemap dan jatuh atas atap.

Namun sedia kecil itu malah menyeringai kepada si anjing gunung domba kecil itu dan kemudian mengejek anjing hargo yang mencoba menangkapnya namun tidak mampu melakukannnya, Domba mungil itu terus mengejek karena berada di atas atap serta disitulah timbul ketahanan. Meskipun domba imut itu tidak target mengejek sang asu gunung itu.
Anjing gunung itu menanggapi tingkah laku domba kecil itu dengan luar biasa marah dan dia berkata kepada sedia kecil itu “Kuperhatikan dari tadi lu mengejeku aku mendengarnya dengan sangat indah ruapanya kau super senang berada di atap sana”. Tanda sang anjing gunung.
“Aku tidak akan mual padamu domba mungil karena jika tidak atap gubuk tersebut yang menyelamatkan hidupmu coba saja anda banyangkan ketika berpengaruh di atas zona mungkin bukan sindiran yang akan situ katakana kepadaku”. Sang anjing gunung sikap kepada domba imut.
Akhirnya sang asu gunung itupun menghindar meninggalkan domba imut itu disaat tersebut domba kecil bingung dan merenungkannya dalam hati apa yang sudah dia lakukan lawan sang anjing gunung adalah perbuatan yang bukan baik “Aku teka mengejek sang asu gunung itu sebab aku berada di atas atap pondok yang terbuat dari jerami ini, jika saya berada di bagi tanah dengan sang anjing gunung tersebut mungkin memang benar apa yang disebut olehnya”. Domba kuntet menggerutu dalam membenang.
referensi :
dongengceritarakyat.com/5-cerita-rakyat-fabel-nusantara-dongeng-sebelum-tidur
http://id.wikipedia.org/wiki/Dongeng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar